Páginas

Tampilkan postingan dengan label Just Something. . .. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Just Something. . .. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2011

“Jatuh Belum Tentu Sakit Apalagi Kalau Masih Bisa Bangkit”

 First, thanks to people who have inspired me to write all of this. . .

Pernahkah kau merasakan jatuh dari gedung berlantai 3? Apa menurutmu aku akan baik-baik saja setelah mengalaminya? Itulah yang seseorang lakukan padaku, menjatuhkan harapan-harapanku dengan kata-katanya. Tapi sayang gedung berlantai 3 takkan membuatku mati, begitu juga harapanku. Mungkin hanya sedikit luka dan memar yang nanti akan sembuh dengan sendirinya. Aku hanya berpikir kau itu bukan aku. Aku itu bukan kau. Kita berbeda. Aku bukan siapa-siapamu, kau tak perlu hiraukan aku. Kau BUKAN siapa-siapaku, AKU TAKKAN MENGHIRAUKANMU.
Kata pepatah, “Kau harus bersikap tuli dengan orang lain”. Mungkin pepatah itu yang sangat sesuai dengan keadaanku sekarang. Aku hanyalah seorang perempuan yang tak punya impian, tapi aku punya tujuan, dan tujuanku telah terdaftar urut didalam memori otakku yang tak begitu lemah. Setidaknya sedikit demi sedikit aku telah mengumpulkan motivasi dan keberanianku untuk menjalankan planning hidupku, TAK SEPERTIMU yang masih mengharapkan miracle dan bantuan dewi fortuna dalam menjalankan hidupmu.
Mungkin dan pasti suatu saat nanti kau akan sangat terkejut menemuiku keluar dari Honda Jazz putih, mengenakan jas hitam, kemeja putih, membawa tas Louis Vuitton (langsung dibeli di Perancis) dan sedang duduk-duduk santai di Starbuck Cafe, dan mungkin aku akan lebih terkejut dan BANGGA lagi melihat dirimu mengenakan kemeja warna biru bergaris dan apron warna hitam sambil membawakan nampan berisi coffee pesananku. INGAT SEMUA ITU MUNGKIN!!!
JUJUR aku tak ingin kau jadi seperti itu, tapi melihat tatapan matamu yang selalu kosong itu. . . pikiran seperti itu akan dengan mudah terdisplay di otakku. Kau tak perlu merendahkanku dan mebandingkanku dengan yang lain karena aku tahu potensiku. Dengan IQ dibawah 140 aku mungkin tak mampu duduk di jajaran direksi perusahaan ternama seperti APPLE Inc. , tapi aku yakin aku mampu menjadi manager di sebuah perusahaan ternama di Indonesia. Bukan maksud hati ingin menyombongkan diri dan merendahkanmu tapi aku ingin menyadarkanmu, KAU BISA LAKUKAN SEPERTI YANG ORANG LAIN LAKUKAN BAHKAN MUNGKIN LEBIH. . . tapi sayang kau bisa dengan mudah menjatuhkan harapan seseorang, mungkin TUHAN TAKKAN memberimu kesempatan maju kalau kau masih tetap seperti ini. MARI BERSAMA KITA BERUBAH UNTUK MENGGAPAI HARAPAN KITA MASING-MASING.



Senin, 26 September 2011


Ketikasekolah menjadi kebiasaan. . .
Ketika kita mendengar kata sekolah pasti yang pertama kaliakan muncul di benak kita adalah TUMPUKAN TUGAS, GURU GALAK, CERAMAH PANJANG,CATATAN TIADA AKHIR dan semua hal yang memberatkan, padahal di dalam bersekolahkita mendapatkan pengalaman-pengalaman yang sangat menyenangkan juga bahkanmendebarkan seperti BOLOS KELAS, TIDAK MENGERJAKAN PR, DIHUKUM RAME-RAME, TIDURSAAT PELAJARAN,MENDENGARKAN MP4 SAATPELAJARAN, MAKAN SAAT PELAJARAN, BUAT FORUM DI DALAM FORUM dan tentunya bagikebanyakan ramaja adalah soal ANTARHATI yang semua orang tau itu. Kalau dipikirlagi kesenangan yang kita dapatkan di sekolah jauh lebih banyak daripada bebanyang kita dapatkan, tapi sayangnya sebagian besar orang pasti lebih mengingatpengalaman buruk yang didapat daripada pengalaman baiknya. Apalagi bagisebagian besar orang sekolah itu adalah HAL BIASA yang harus dilakukan karenaorang lain juga melakukanya. Sebuah kebiasaan yang bisa disamakan dengan MAKAN.Kalau kita makan kita akan kenyang, kalau tidak makan kita akan lapar. Begitujuga dengan sekolah, kalau kita sekolah kita akan pandai, kalau tidak kita akanbodoh. Itu semua adalah pilihan, bukanya sesuatu yang WAJIB dilakukan apalagikalau hanya untuk IKUT-IKUTAN TEMAN. Karena kalau sekolah dianggap kebiasaan, halini justru akan menjadikan kita cepat bosan dengan sekolah karena aktifitasyang sama setiap harinya. Kalau kita sudah merasa bosan dapat dipastikan kitatidak akan melakukan hal apapun dengan sepenuh hati, dan itu SIA-SIA, TAKBERARTI, AND JUST WASTE OUR TIME.
Agar semua tidak berakhir sia-sia, kita harus tahu apa yangbenar-benar terbaik untuk kita dengan begitu kita akan lebih bijak dalammengabil keputusan. Kalaupun nantinya keputusan itu salah, setidaknya itu lebihbaik daripada kita tidak memutuskanya sama sekali. Lagipula kalau itu memangbenar-benar keputusan yang kita yakini akan menjadikan kesenangan pada dirikita, tidak mungkin kita hanya akan berdiam diri ketita keputusan yang kitapilih justru menyesatkan kita. Buatlah keputusan yang salah itu menjadikeputusan yang terbaik, keputusan yang akan menjadikan hidup kita lebih berartibagi diri kita dan orang lain.
“Tentukanlah apa yang kita anggap baik dan berjuanglah didalamnya.”

Senin, 18 Juli 2011

Misconception


K
esalahpahaman memang suatu hal yang sering kita hadapi, tapi kesalahpahaman rumit untuk diatasi. Padahal sebuah kesalahpahaman yang tidak segera diatasi dapat menimbulkan masalah yang semakin pelik. Telah terbukti dari banyak kasus yang pastinya pernah dialami setiap manusia. Dalam sebuah kesalahpahaman yang paling diperlukan adalah pengorbanan, sebuah kerelaan untuk dianggap bersalah. Mungkin suatu pengorbanan mudah untuk diucapkan tapi sulit untuk dilakukan karena kita selalu berpikiran sempit dan merasa paling benar. Saat ini cobalah berpikir lebih luas lagi, kalau seseorang selalu berpikir dirinya bersalah tidak ada orang yang akan merasa paling benar dan sebuah kata maaf pasti akan sangat mudah untuk diucapkan. Dengan begitu masalah pun terselesaikan , lagipula dengan pengorbananmu itu lama-kelamaan kesalahpahaman itu akan terungkap secara jelas. Bahkan dengan permulaan yang demikian lama kelamaan takkan ada lagi pengorbanan itu, karena semua orang menganggap dirinya yang salah dan saling berusaha untuk mengungkapkan kebenaranya. Mulailah untuk memahami orang lain dan hapus harapan kita untuk dipahami orang lain, maka orang lain tersebut akan memberikan timbal balik sama seperti yang kita lakukan kepada mereka.